Menyapih dengan Tenang

Saat ini adalah momen dimana Aku sedang menyapih Saladdin. Kebetulan Aku baru pulang dari travelling berdua dengan suami, dimana momen tersebut sebenarnya diniatkan juga untuk menyapih Saladdin yang sebentar lagi genap 2 tahun.

Ternyata, bepergian selama hampir 1 minggu pun tidak membuat Saladdin lupa tentang “nye-nyek” alias menyusu pada Ibunya. Tetapi karena sudah tekad, sekaligus kondisi sekarang yang tidak memungkinkan (Aku sedang hamil 4 bulan dan tidak ada produksi ASI lagi), Aku berniat untuk meneruskan menyapih.
tips menyapih anak

Walaupun frekuensi menyusui Saladdin terakhir-terakhir sudah berkurang, tetapi untuk tidur siang dan tidur malam, dia biasanya wajib menyusu dulu. (FYI, dia adalah bayi ter”netek” di keluarga kami, jadi sulit sekali menghilangkan kebiasaan ini). And well, it was hard!

Hari pertama ini penuh dengan pertempuran dan tangisan, yang bisa berlangsung hingga 3 jam lamanya. Metode yang Aku gunakan adalah tetap di weaning with love, yakni dengan memberi pengertian, pelukan, ciuman dan perhatian ke Saladdin, karena pasti di pikiran seorang balita 23 bulan, dia berpikir:
“Kenapa musti berhenti menyusui? Ada masalah apa dengan diri Saya? Apakah Ibu Saya tidak mencintai Saya lagi?”.
Pastinya, pemikiran bahwa dia memikirkan hal-hal tersebut makanya dia “ngamuk” dengan hebat, membuat Aku sangat sedih, cause basically as his mom, I don’t want him to get hurt, any.

Then i was wondering; is there even exist, weaning with peace and love like what the theory of most everybody did?

Tips Menyapih Anak

Berikut adalah beberapa lesson learned dari pengalaman menyapih yang Aku dapatkan, tidak ada yang mudah, tapi dengan kemauan pasti semuanya bisa lancar:
1. Reaksi Anak itu Berbeda
tips menyapih anak dengan mudah
Tentunya. Mungkin ada Anak yang memang basic nya tidak terlalu sensitif atau tidak terlalu fanatik dengan menyusui. Tetapi untuk anak yang bisa dibilang sensitif dan fanatik menyusui alias “Raja Mimik”, tentunya akan sangat lebih sulit. Jadi sabar, karena pengalaman mudah atau tidaknya ini pasti “rezeki-rezeki an”, jalanin aja 🙂

2. Konsisten
menyapih dengan cinta dan kasih sayang
Kita mungkin bisa saja break the rules alias menjadi “Yaudahlah kasih aja toh masih kecil juga, anak pertama ini..”, tetapi kalau memang sudah tekad, harus jalani 100% dan juga mau gamau tega (walaupun yes, with those emotional mother tears for sure apalagi ketika mengingat momen-momen menyusui dia pertama kali di rumah sakit -> btw, i was crying when i wrote this article, but so be it).

3. Komunikasi ke Anak
cara menyapih anak
Remember, Anak adalah manusia, pasti bagaimanapun, se rewel apapun, dia juga punya perasaan dan “feeling”. Terus beri pengertian kenapa saat ini dia sudah tidak bisa menyusu lagi? Kalau aku alasannya adalah rasa sakit yang dialami saat dia menyusu, karena payudara sudah kosong dan sudah tidak ada ASI nya, sehingga dia hanya akan bermain dengan puting, selain itu pun dia sudah besar.

4. Pastikan Anak tetap Merasa Dicintai
tips menyapih anak dari asi
Saat Saladdin “ngamuk”, Aku berusaha untuk peluk dan cium, sampai dia tertidur tanpa menyusu pun Aku tetap elus2 dan peluk dia, dengan tujuan sebisa mungkin dia tahu dan percaya bahwa Aku masih, akan tetap, dan selalu sayang sama dia. Lama-lama, Anak akan capai menangis dan tertidur, tetapi pastikan dia tertidur dengan tenang, karena kalau enggak suka mimpi buruk (percaya nggak percaya). Saat proses menyapih anak menjadi rewel itu sudah biasa, jadi kesabaran seorang ibu sangat dibutuhkan.

5. Tanamkan “mindset”
cara menyapih anak dari asi agar tidak rewel
Hasil dari perjalanan menyapihku ini, akhirnya, Saladdin sukses disapih dalam waktu 2 hari. Ternyata salah satu cara menyapih yang paling ampuh untuk Saladdin adalah dengan cara menanamkan “mind-set” bahwa “payudara ini sudah bukan miliknya lagi”, tetapi milik adik yang ada di dalam rahim, maka dari itu warna puting payudara nya juga berubah.

Jadi akhirnya aku tunjukkan perubahan warna tersebut dan malah menyuruh dia untuk “netek”, sambil bilang “Hiy… liat nih..!” dan jadinya dia ragu + ketakutan sendiri ketika menyadari perubahan warna puting tersebut. Sukses, dia tidak meminta untuk “netek” sama sekali sampai saat ini.

Weaning can be so hard and so emotional. Untuk Aku pribadi sangat amat emosional karena panjang sekali perjalanan ASI dari Saladdin lahir, serta sangat terasa ikatan bathin saat sedang menyusui, karena biasanya Aku ajak ngobrol empat mata sampil elus-elus kepalanya. It is hard, but then again, it is the process in life that we have to get through to it.

Wishing all the weaning mothers to be succeed!